Archive for the ‘muhasabah’ Category

Kenapa dengan kamu ?

“Rumah saya banjir lagi…sobs…sobs…”

Ya, lebih sepuluh kali kami bertungkus lumus membuang air yang keluar dari saluran air dapur , dan lebih sepuluh kali juga hati kami teruji adakah kami ikhlas membersihkan rumah…

“Astaghfirullah…”

Hanya satu kalimah yang mampu kulafazkan…

Agaknya dah berapa kali lah hati ini menyumpah itu dan ini, mengumpat encik ‘wakil tuan rumah’ atau mengutuk lubang xbernyawa yang tersumbat tu…huhu~

Kali pertama air membanjiri rumah kami adalah dikala  minggu exams..owh, masa time tu..hati meronta bertaubat …klu2 ujian ini kerana dosa2 lalu…maka diri ini menyesali..alhamdulillah..akhirnya,air berhenti mengalir keluar dari lubang…

Tapi,

Aku lupa…ini semua berlaku dengan izin Allah..bukan kerana aku yang berusaha pon… ” of course not! ”

Kemudian,beberapa kali lagi rumah kami ‘dinaiki’ air…

Sedarlah wahai diri…
Allah mahu menguji sejauh mana ikhlasmu ?
Juga , sabarkah kamu tatkala diuji ?
Dan adakah Dia masih menjadi rujukanmu tatkala diuji ?

Belajarlah dari seerah…
kesudahan mereka yang diuji , meminta dijauhkan bala..tapi dikala senang…dia lupa…
Belajarlah dari Rasulullah yang ikhlas dalam stiap tingkah lakunya..
Belajarlah dari alam yang tunduk kepada Allah walau bagaimana keadaan melanda , mereka setia…

“astaghfirullah”

YA RABBI , ampuni dosa2 kami…

Moga kami tergolong dikalangan hamba-Mu yang mukhlisin… Ameen…

*******

P/s; sahabat ghurabaa’ ku…moga tarbiyyah Allah ini menjadikan kita hambaNya yang benar2 mukhliseen,musbireen, dan mujahideen !

AMEEN.

Posted from my3iliyyin

Advertisements

seronok bersahabat?alhamdulillah…

Seronok kan…mempunyai sahabat? Belajar , bermain, tidur dan pelbagai aktiviti menjadi seronok apabila bersama kawan-kawan. Jika diteliti, mereka mempunyai pelbagai kerenah yang berbeza-beza…hinggakan ada yang boleh memeningkan kepala. Walauapapun, mereka tetap kawan-kawan kita…Kita perlu bijak memilih kawan dalam meneruskan perjuangan.Pilihlah yang membantu…bukan yang membantut. Untuk mengenali diri seseorang…lihatlah dengan siapa dia bersahabat. Sahabat yang sebaiknya ialah sahabat yang membuatkan  kita mengingati Allah..itulah yang sebaiknya , insyaAllah tika susah dia ada bersama..bukan hanya teman untuk berseronok semata-mata. Subhanallah! Indahnya bila bersahabat kerana Allah!!!

syukran jzkk to:

All my friends…sayang antunna…

khususnya : atiqah khairudin-kak atiqah mahassan-k.izzati abd. razak-shaidatul atiqah-athirah azmi-jetty zamry-kamariah kamarzaman-farah dina-faizah ismail-nadhrah azmi-khadijah salim-nurul ain azman…..n ramai lagi!!!

semoga Allah rahmati ukhuwah kita…ameen (^^,)

 

irbid,jordan 2012

 

bangun awal..kan lebih bagus..

berpagi-pagi...moga harimu diberkati

“Along, angah,adik…bangun! Solat subuh….”
Antara ayat yang sering dikeluarkan oleh Ibu atau Bapa sewaktu kita masih kecil. Bayangkan betapa liatnya kita pada waktu itu…berulang-ulang kali dipanggil belum tentu kita akan bangun melainkan setelah dituntun ke bilik air.
Kini…apakah kita seorang yang masih perlu dituntun dan solat pada waktu subuh gajah atau waktu diniharinya sudah dipenuhi oleh amal ibadah tanda rindunya pada Allah sementara menanti waktu subuh? Saya yakin anda kenali siapa diri anda yang sebenarnya…

180 darjah

Bismillahirramaanirrahim..

Semoga hati-hati kita basah dengan mengingati-Nya…

“ya muqallibal qulub,thabbit qulubana ‘ala deenik wa ‘ala tho’atik…ameen”

(Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami pada Agama-Mu dan ketaatan pada-Mu…ameen)

Alhamdulillah…tenang sahaja suasana hari ini, burung kedengaran berkicauan,bunyi hon juga ku kira agak kurang…terdetik di hati untuk buka laman dakwatuna.com…

bermula dengan artikel berkaitan perbankan kemudian beralih pada artikel berkaitan taubat.

hati berkata-kata.. ‘ergghh….taubat,taubat,taubat…isu biase la nih’

sebelum link ditekan pada artikel Taubatnya Ahli Maksiat ,cursor digerakkan kekiri..ke kanan..

‘nak tekan..tak nak..nak tekan ke..tak? cam boring je..tajuk ni..’

akhirnya…   ‘klik!’

dakwatuna.com – Kisah ini diambil dari majalah “Al-Ummah Al-Qatriyyah” No. 70, dari kolom bertajuk “TAUBAT”, ditulis oleh Husein Uwais Mathar.

Sungguh sahabatku telah berubah, tertawanya renyah lembut menyapa setiap telinga, laksana fajar menyingsing menyambut pagi. Padahal sebelumnya tertawanya seringkali memekakkan telinga dan menyakiti perasaan. Kini pandangannya sejuk penuh tawadhu. Sedangkan sebelumnya penuh dengan pandangan yang destruktif. Ucapan yang keluar dari mulutnya kini penuh dengan perhitungan, padahal sebelumnya sesumbar ke sana kemari melukai dan menyakiti hati orang, tidak peduli dan tidak ada beban dosa. Wajahnya tenang diliputi cahaya hidayah setelah sebelumnya terkesan garang dan tidak ada belas kasihan.

Aku tatap wajahnya, dia paham apa yang aku inginkan, lalu ia berkata,

“Sepertinya engkau ingin bertanya kepadaku. Apa yang membuatmu berubah?”

“Ya, itu yang aku ingin Tanya kepadamu”, tandasku, wajahmu yang kulihat beberapa tahun yang lalu berbeda 180 derajat dengan wajah yang kulihat sekarang.

سُبْحَانَ مُغَيِّرِ الأَحْوَالِ

Maha suci Allah yang Maha merubah keadaan,” katanya penuh rasa syukur. “Hmm… pasti di balik semua itu ada kisah menariknya,” komentarku.

“Ya, kisahnya bila kukenang, selalu menambah keimananku kepada Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, kisahnya melebihi khayalan, namun tetap sebuah kenyataan yang telah merubah arah hidupku, sekarang aku akan ceritakan semua kisah ini.”

Ketika aku sedang mengendarai mobil menuju Kairo, di salah satu jembatan yang menghubungkan kota tersebut, tiba-tiba seekor sapi dan seorang anak kecil melintas di depanku, aku kaget dan tidak dapat mengendalikan kendaraan. Tanpa sadar mobilku terjun ke sungai, dan aku sudah ada di dalam air. Aku angkat kepalaku ke atas agar bisa bernafas, tetapi mobilku terus tenggelam dan air nyaris memenuhi dalam mobilku, tanganku segera menjamah gagang pintu, tapi pintunya terkunci. Saat itu aku merasa akan segera mati, yang terbayang adalah perjalanan hidupku yang penuh dengan dosa dan noda. Segalanya seperti gelap, seperti berada di terowongan yang dalam dan gelap, panik mencekam dan batinku berteriak, “Yaa Rabb… Selamatkanlah aku, bukan dari kematian yang sebentar lagi akan kualami, tapi selamatkanlah aku dari segala dosa yang telah melingkupi diriku, aku merasa jiwaku seperti melayang dan mohon ampun kepada Allah sebelum menemui-Nya, lalu aku mengucap dua kalimat syahadat, aku mulai merasa akan mati.

Aku berusaha menggerakkan tanganku untuk menggapai sesuatu, tiba-tiba tanganku menyentuh sesuatu yang bolong, aku ingat!, bolongan tersebut berasal dari kaca bagian depan, yang pecah sejak tiga hari yang lalu, tanpa pikir panjang lagi, aku dorong sekuat tenaga badanku keluar dari kaca bolong tersebut, aku kembali melihat cahaya terang, aku lihat masyarakat menyaksikan dari tepi sungai seraya saling berteriak keras agar ada salah seorang yang menolongku, lalu terjun dua orang dari mereka ke sungai dan membawaku ke tepinya, dengan fisik yang lemah lunglai aku masih merasa tidak yakin bisa selamat dan kembali hidup, dari kejauhan kulihat mobilku perlahan-lahan terbenam ke dalam air. Sejak detik itu aku merasa sangat ingin meninggalkan masa laluku yang penuh dengan dosa, hal itu langsung kubuktikan sesampainya di rumah, langsung kurobek-robek gambar dan poster para selebritis pujaan dan gambar wanita setengah telanjang yang sengaja kupajang di dinding rumahku, lalu aku masuk ke kamar dan menghempaskan badanku di atas kasur sambil menangis, baru pertama kali ini aku merasa menyesal terhadap dosa-dosa yang telah kuperbuat, semakin keras tangisku dan semakin deras air mataku bercucuran, sementara badanku gemetar. Saat itulah aku mendengar azan, seakan-akan aku baru mendengarnya pertama kali. Aku langsung bangkit berdiri dan segera bergegas mengambil air wudhu. Di masjid, setelah aku menunaikan shalat, aku menyatakan taubat dan mohon kepada Allah  agar mengampuniku; Sejak itulah sebagaimana yang engkau lihat sekarang wajahku berubah karena taubat.”

Aku tertegun mendengar ceritanya lalu aku katakan kepadanya :

هَنِيْئًا لَكَ يَا أخِيْ وَحَمْدًا للهِ عَلَى سَلاَمَتِكَ لَقَدْ أَرَادَ اللهُ بِكَ خَيْرًا وَاللهُ يَتَوَلاَّكَ وَيَرْعَاكَ وَيُثَبِّتُ عَلَى الْحَقِّ خُطَاكَ

“Berbahagialah engkau hai saudaraku, segala puji bagi Allah atas keselamatanmu, sungguh Allah telah menghendaki kebaikan terhadapmu, Allah akan selalu melindungimu dan menjagamu, serta mengokohkan langkahmu di atas kebenaran”. (hdn)

Alhamdulillah, Allah ketemukan aku pada laman web ini … ku kira sangat menyentak diri.

‘ camne dengan aku? nak tunggu diuji musibah begini baru berubah? ‘

teringat pula sebenarnya..

bila hati kita diketuk hidayah-Nya jangan sesekali biarkan ia pergi..sambutlah ia, hargai…risau kalau-kalau ia tak mahu menjenguk kita lagi untuk kali seterusnya…

Ya Allah, Ya Rahmaan…Kau Maha Penerima Taubat…

———————————————————————-

*sumber – http://www.dakwatuna.com/2011/taubatnya-ahli-maksiat/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+dakwatunacom+%28dakwatuna.com%29&utm_content=FaceBook

*p/s: artikel diatas menggunakan bahasa indonesia…tapi mudah difahami,kan?

Allah yusahhil umurana…insyaAllah.

Irbid,jordan.

Kita dahulu, sekarang dan akan datang?

 

Bismillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillah, kaifa halukum?

Moga Allah memelihara kita semua dan dirahmati-Nya.
Sudah hampir dua tahun zaman persekolahan saya tinggalkan. Sekolah? Ya…bermula dengan…
1)Tadika Al-Husna,Paka
2)Sekolah Rendah Islam Al-Amin,Kemaman
3)Sekolah Menengah Islam Al-Amin, Kemaman
4)Sekolah Menengah Islam Hidayah,Johor….

Sekarang, menuntut di IPT….waktu yang agak mencabar. Pelbagai perkara baru yang dihadapi. Betullah apa yang sering diungkap oleh alumni2 sekolah dulu…. “time sekolah ni…kutip sebanyak mungkin ilmu(dari pelbagai segi) yang ada”. Ilmu2 yang diambil itulah bekalan untuk menghadapi di dunia luar.Saya akui, sedikit sebanyak ilmu2 tersebut sangat berguna dan membantu.

“العلم بلا عمل كالشجر بلا ثمر”
(Ilmu tanpa amal umpama pokok tanpa buah)

Terlintas di fikiran kata2… “Di IPT nanti memang tujuan utama kita adalah untuk belajar,tp…proses tarbiyyah juga perlu diteruskan”. Sememangnya kelihatan agak sukar untuk seimbangkan antara dua keperluan ini maka, di sini mujahadah diri sangat penting.Ya… Sangat penting ditambah pula dengan ujian2 yang mendatang.

“لا يكلف الله نفسا إلا وسعها”
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”
(Al-Baqarah:286)

Walauapapun sekolah kita dahulu, atau diri kita….

SIAPAKAH SAYA , ANDA , KITA PADA MASA SEKARANG DAN AKAN DATANG?

“إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم”
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri”
(Ar-Ra’ad:11)

Berdasarkan dalil di atas mari kita koreksi diri atau muhasabah kembali diri kita. Jika sebelum ini kita seorang yang bersifat negative, maka perlu ada keinginan serta usaha untuk berubah menjadi seorang yang lebih positif. Pedulikan pandangan orang lain, Ianya memang memeritkan disindir,diumpat,diperlekeh.. tapi, hasilnya dikemudian hari, i.Allah sangat menguntungkan terutamanya apabila kita mampu meraih redha Allah…yang bisa membawa ke Syurga.

MATA HATI

Pandangan mata selalu menipu
Pandangan akal selalu tersalah
Pandangan nafsu selalu melulu
Pandangan hati itu yang hakiki
(kalau hati itu bersih)

Hati kalau terlalu bersih, pandangannya akan menembusi hijab
Hati jika sudah bersih,firasatnya tepat kehendak Allah
Tapi hati bila dikotori, bisikannya bukan lagi kebenaran

Hati tempat jatuhnya pandangan Allah
Jasad lahir, tumpuan manusia
Utamakanlah pandangan Allah daripada pandangan manusia
(HIJJAZ)

Kitalah yang menentukan siapa diri kita. Lakukanlah perubahan secara berperingkat tetapi berterusan semoga kita terus istiqamah dengan perubahan yang dilakukan.Ingatlah, sesungguhnya kita semua sangat diperlukan di dunia ini untuk meneruskan da’wah(menyeru kepada Allah). Nak berda’wah? Mampu ke? Da’wah ini pelbagai cara,menunjukkan peribadi akhlak yang mulia juga merupakan salah satu cara da’wah kerana ia mampu menarik orang lain tertarik untuk mendekati seterusnya menjadikan Islam sebagai satu cara hidup .Renunglah Kalamullah ini:

“ياأيها الذين ءامنوا إن تنصروا الله ينصركم ويثبت أقدامكم”
“Wahai orang2 yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”
(Muhammad : 7)

Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Pemurah,Alhamdulillah…
Semoga hari2 mendatang lebih baik dari yang sebelumnya
Islam itu cantik bukan? Setiap apa yang berlaku itu pasti ada hikmah dan pengajaran disebaliknya jika kita berfikir.

*Jom kita perbaiki diri!

>>> December 2009